[Fanfic] Mr. Protect

Mr. Protect

Cast :
– Lee Taemin
– Song Michi
– Mr & Mrs. Song (Michi Parent’s)
– Cho Hee ah
– one of member Shinee

Genre :
– Comedy
– Romance
– Family

Lenght : Oneshoot

Ranting : PG13


Disclaimer : The cast is belong to God and Their parent’s. But the plot is belong to mine. Don’t be COPYCAT and do became SiDer

Happy Reading ^^

Kulirik jam dinding kamarku, menunjukan pukul 19.15. Ku pandang kaca jendela kamarku melihat ke arah luar. “Show Time” kataku ketika melihat kedua orang tuaku yang baru saja memasuki mobil mereka untuk pergi. Aku duduk di meja riasku, kemudian melepas kacamata bacaku dam mengambil circle lens berdiameter 16 dan memakainya

Don’t stop, make it pop
DJ, blow my speakers up
Tonight, Imma fight
Til we see the sunlight
Tick tock, on the clock
But the party don’t stop, no
Woah-oh oh oh
Woah-oh oh oh

Kulirik handphoneku yang berdering di atas kasur melalui pantulan cermin. Kemudian ku raih handphoneku dan menjawab panggilan telfonku.

“Yoobseyo..”

“Ya! Michi. Dimana kau? Jadi tidak berpesta malam ini?”

“Ne, Hee ah”

“Baiklah. Jangan lama-lama dandannya dan jangan lupa untuk jemput aku”

“Hm… allright Mrs. Fussy”

“Okay! I’ll be waiting!”

Kututup sambungan telfon dan melempar handphoneku sembarang ke kasur. Kemudian berjalan menuju lemari pakaianku dan memilih baju untuk kukenakan malam ini.
Kali ini aku mengenakan gaun pendek hitam tanpa lengan dan memakai ankle boots hitam serta kacamata hitam yang mendominasi.
Aku keluar rumah dan berjalan menuju mobil ferari merahku dan menaikinya. Dan segera saja menuju rumah Hee ah untuk menjemputnya.

@Hee ah’s Home, 21:30

Aku menekan tombol bel yang terletak disamping pintu rumahnya. Semenit kemudian orang yang ingin kutemui muncul dari balik pintu.

“Are you ready?” Tanyaku pada Hee ah.

“Yap! Always for this time!” Angguknya dengan semangat.

“Okay, let’s go!” Aku dan Hee ah menaiki mobil dan berangkat ke club.

@Volume’s Club, 22:45

Lagu moves like jangger oleh maroon 5 melantun sesuai irama DJ mengiringi nuansa klub malam.

“Hey Michi ah… bagaimana kalau kita bertarung. siapa yg kuat minum 2 gelas vodka. Dia dapat 20.000 won. Bagaimana?” Usul Hee ah, kali ini ide gilanya mulai keluar lagi.

“Ani!” tolakku cepat.

“Aku tak mau jika sampai pulang dalam keadaan mabuk. Kau tau, aku sudah 5 kali ketahuan pulang dalam keadaan mabuk” jelasku padanya mengapa menolak tantangannya.

“Allright…. kau ini memang payah Michi ah…” kutatap dia dengan kesal.

“Anyeong” sapa seorang namja yang tiba-tiba ikut nimbrung bersama kami.

“Anyeong” kami berdua tersenyum dan membalas sapaannya.

“Rasanya kulihat kalian sedang bersenang-senang. can i join?” tanyanya sambil menunjukkan senyum manisnya. oh god… namja ini… so handsome.

“Tadinya seru kalau tantangannya jadi. Tapi, sayang Michi ngak mau.” aku menatap Hee ah, oh come on jangan bilang dia menolak.

“Ani! aku ikut tantangan kok.” bantahku cepat.

“Geure? memang kalian mau tantangan apa?” kali ini si namja antusias dengan tantangan Hee ah.

“Tantangannya adalah siapa yang paling kuat minum vodka 2 gelas akan mendapatkan 20.000 won” jawab Hee ah semangat.
“Wow! aku boleh ikutkan? boleh kan?” namja itu bertanya kembali.

“Tentu!” jawab Hee ah semangat karena akhirnya tantanganpun jadi.

“Ya!” sergahku.

“Waeyo? kau ikutkan?” tanya namja itu pada ku. belum sempat aku jawab dia sudah saja memotong perkataanku.

“ah…. apa hebatnya sih seorang yeoja. Paling juga nyerah dia” dia menatap ku dengan rendah nya. Hei! mana senyum manis tadi? kenapa jadi evil smirk seperti ini dia? rasanya ingin sekali ku getok palanya dengan heels bootsku.

“Kau!? kata siapa ha!? aku ikut kok!” kataku tak terima. Entah setan apa yang merasukiku sehingga dengan bodohnya aku mau saja ikut tantangan Hee ah.

“Baiklah! ini vodkanya. Masing-masing ambil 2 gelas” Hee ah bertepuk tangan sekali kemudian memberikan aku dan si namja 2 gelas vodka.

“hana, dul, set…” si namja menghitung waktu kemudian kami ber 3 meneguk vodka secara bersamaan hingga habis.

“Ukh..” mualku tiba-tiba ketika inging meneguk gelas ke dua.

“Ayo Michi ah… pasti kau kuat” Hee ah menyemangati ku. Entah rasanya aku tak sanggup lagi. Aku benar-benar merasa pusing.

Author PoV

“Iyaaaaaa… hahahah aku akan berusahaa.. nhahahaha. Karena aku adalah yeoja yang hebat” tiba-tiba saja Michi berbicara tak jelas.

“Aigoo.. Michi ah.. kau sudah mabuk rupanya” sang namja hanya geleng kepala melihat kelakuan Michi yang sekarang. Michi tiba-tiba memegang pipi si namja dengan kedua tangannya.

“Ya, aku memang sedang mabuk. Mabuk… Cinta. hahahhaha” Michi tertawa dengan tidak jelasnya kemudian menatap mata sang namja dengan manik matanya.

“Kau….” Michi perlahan mendekatkan dirinya ke namja itu.

“Ow… ow… tayangan orang dewasa…hahaha” Ledek Hee ah.

HOEKKK!!!

“YA!!! Michi!!!!” teriak si namja tak terima karena Michi dengan tiba-tibanya muntah di depannya sehingga mengenai baju sang namja.

“Wkakakakakak Aigooo… kasian sekali kamu namja ganteng” Hee ah meledek sambil tertawa puas melihat kejadian tersebut.

“hahahaha mian…. hahahah tapi tenang.. dirimu tetap tampan hahaha” Michi lagi-lagi masih dalam keadaan mabuk.

“Aigo… Hee ah, lebih baik kamu bawa pulang chingumu ini. Sebelum dia mengotori seluruh club” Omel, si namja kepada Hee ah.

“Mwo?! Aku??? Andwe! Aku sama sekali tidak bisa bawa mobil” Hee ah menolak.

“Geure? Baiklah, aku yang menyetir. Tapi kau harus ikut” Saran si namja. Hee ah hanya mengangguk tanda setuju. Kemudian si namja membopong Michi ke mobil Michi dan membawanya pulang ke rumah.

@Michi’s home, 05.00
Michi PoV

Sinar menyilaukan diriku yang sedang tertidur, membuat diriku menjadi terbangun. Aku mengerjap-ngerjap mataku sambil berusaha mengumpulkan nyawaku yang hilang. Kutatap sekelilingku, ‘hey, ini kan kamarku. bagaimana aku bisa berada disini?’. Ah.. Palaku sangat pusing sekali dan tenggorokkanku terasa kering. Akupun turun dari ranjangku dan pergi kearah dapur untuk mengambil minum. Saat melewati meja makan aku melihat appa dan eomma sedang berkumpul di meja makan.

“Michi!” panggil appa dibalik koran, ya.. dia sedang membaca koran sekarang.

“Wae, appa?” aku memberhentikan langkahku kemudian menatap appa. Appa menutup koran kemudian berdiri dan mendekatiku.

PLAKK!!!

“Appa!?!?” kagetku dengan tindakan appa. ‘Ada apa ini?’ aku mengelus pipiku yang sakit ditampar appa.

“Itu balasan untukmu, karena melanggar larangan appa” teriak appa padaku.

“Appa sudah berkali-kali memperingatkan pada mu untuk tidak pernah lagi ke club malam. Kenapa kau melanggarnya hah!?!? Kau ini anak appa. Anak dari keluarga Song! Apa kata tetangga jika melihat mu pulang malam dalam keadaan mabuk hah!?! Kau bisa saja menjelekkan keluarga kita Michi!” kali ini emosi appaku benar-benar memuncak, sudah tidak ada lagi batassan kesabaran bagi appa.

“appa…” lirihku…. aku tak sanggup lagi membantah apapun perkataan appa. Ia sekarang seperti bukan appaku sendiri. Aku hanya takut padanya.

“Yeobo… sudalah. Kasihan Michi, kau tidak harus memarahinya seperti ini” eomma mengelus punggungku dan menenangkanku.

“Kalau tidak dengan begini harus bagaimana lagi. Appa sudah sangat cape harus menasihatinya terus. Akh…” tiba-tiba appa merintih sambil memegang dadanya.

“Yeobo..” eomma panik.

“Sudah.. aku tidak apa-apa hanya sakit sedikit” appa menenangkan eomma dari kepanikannya.

“Kamu Michi, mulai sekarang kamu akan dikawal oleh orang suruhan appa. Jadi mulai sekarang mobil, atm serta uang saku appa tarik kembali. Kau akan dapat uang saku dari appa 50.000 won untuk sebulan.” appa melanjutkan perkataannya.
“Mwo?!” kagetku bukan maen. Apa? 50.000 won dalam sebulan. Apa appa gila? 100.000 won aja belum cukup bagiku apalagi 50.000 won.

“Baiklah…. Lee Taemin!” appa memanggil nama seseorang, kemudian seorang namja muncul dari balik pintu kamar tamu yang tidak jauh dari ruang makan.

“Ne.. Mr. Song. Waeyo?” seseorang yang menurutku adalah Lee Taemin berjalan menghampiri kami di ruang makan.

“Michi, kenalkan dia Lee Taemin anak dari pemilik perusahaan Lee Corporation” kali ini eomma yang memperkenalkan si namja ini.

“Dia adalah orang suruhan appa. Coba lihat dia, dia punya segalanya tapi dia tidak ingin merepotkan appanya. Sungguh anak yang berbakti kepada orang tua. Harusnya kau seperti dia” kali ini appa mebeda-bedakan aku dengan namja ini. Sungguh, aku benci dibanding-bandingkan. Karena, memang aku tidak sama seperti dirinya.

“Ah…. aku tidak seperti itu tuan” Taemin hanya tersipu malu menanggapi perkataan ayah.

“Mulai besok Taemin akan tinggal disini selama appa dan eomma pergi sebulan” wae? Pergi?

“Pergi? Pergi kemana?” tanyaku lagi, aku sudah bosan harus selalu ditinggal pergi oleh kedua orang tuaku.

“Appa dan Eomma akan pergi ke Jepang untuk urusan bisnis. Jadi untuk satu bulan kedepan Taemin yang akan mengurusmu.” Jawab appa.

“Kapan kalian berangkat?” tanyaku lagi.

“Sekarang tepatnya appa dan eomma berangkat” eomma mengagguk dengan perkataan appa.

“Ayo yeobo, kita harus berangakat. Taemin aku minta tolong padamu. Kutitip kan Michi padamu, jaga dia baik-baik” appa menepuk punggung Taemin dengan lembut.

“Arraso… Mr. Song” Taemin tersenyum “Selamat jalan tuan, hati-hati di jalan”

“Michi, appa dan eomma berangkat ne… Jaga dirimu baik-baik.” Aku memeluk appa dan eomma bergantian. Kemudian mereka berjalan keluar rumah, menaiki mobil dan pergi menuju bandara.

“Aigoo.. huaaa!!! eomma!!” rontaku..

“Kau kenapa huh? sudah besar masih saja nangis. payah…hahaha” ledek Taemin karena tingkahku.

“Kau yang payah…Kau kira tidak bosan hah? sering ditinggal di rumah sendiri” jawabku jengkel.

“Hei… kau pikir kau saja. Aku juga dulu seperti itu. Tapi, lihat keadaanmu sekarang, masih ada aku. Kaupikir kau dirumah ini sendiri? jadi kau anggap aku ini apa hah?” kali ini Taemin membalas perkataanku.

“Memangnya siapa kau hah?” tanyaku tak terima.

“Aku ini suruhan appa mu. Dan akulah yang mengatur semuanya. Mulai sekarang kamu tidak boleh keluar rumah kecuali jam kuliah. Maka aku akan mengantar jemputmu. Dan tidak ada lagi yang namanya pergi keluar malam” Jelasnya panjang lebar. Aigoo… aku sudah pusing dengan semua ini.

“Aigooo… terserah kamulah. Aku sudah pusing dengan semua ini dan karna kamu suruhan appa.. Buatkan aku makanan! aku lapar” suruhku, lumayanlah ada suruhan appa. Itung-itung nyimpan tenaga.

“Baiklah…. Nona. Silahkan anda duduk manis di kursi makan sambil menunggu makanan yang akan aku buatkan” aku tersenyum senang ‘Ternyata, mau juga disuruh-suruh’.

10 minute

“Ini dia Bibimbap buatan Lee Taemin. Silahkan dicoba” Taemin menaruh makanannya diatas meja.

“Wuah…. Aku rasa, rasanya pasti sangat enak” buru-buru aku mengambil sumpit dan menyuap sedikit bibimbap kedalam mulutku.

“oetteokhe?” tanya Taemin padaku.

“Mashida!” Senyumku sambil tetap makan. Kali ini aku makan dengan lahapnya karna sangat lapar. Taemin yang duduk dihadapanku hanya memerhatikan aku makan.

“Wae? kenapa kau melihatku seperti itu?” tanyaku padanya yang sedang tersenyum melihatku makan.

“Ani, hanya saja kau terlihat manis dan lucu ketika menyuap segitu banyak bibimbap di mulut” kali ini kepalanya di tumpu dengan tangan kanannya. Aku buru-buru menundukkan kepalaku, mungkin pipiku sedang merah setelah mendengar perkataannya. Ah… Pikir apa kamu Michi, mungkin dia sedang memujimu untuk cari muka. Oke, lupakan dengan semua ini aku lapar dah harus makan.

Night, 19:00

“Huaaa!!! bosan! tak ada kah acara tv yang menyenangkan” kubanting remote sembarang ke sofa.

“Ya… hmm… bagaimana kalau kita pergi jalan ke luar?” usul Taemin yang sedari tadi juga bosan dengan semua acara tv.

“baiklah, ayo kita pergi sekarang juga” aku beranjak dari sofa kemudian menarik Taemin ke luar rumah.

“Okay let’s go” ucapnya sambil mulai mengendarai mobil.

@Han’s River, 19.30

“Whoah… Indahnya…. sudah lama aku tak kesini dengan appa dan eomma” kataku takjub melihat pemandangan malam yang sangat indah di sungai Han.

“Sama indahnya seperti orangnya” Deg! kupandanging wajah Taemin yang sedang menatapku sekarang.

“Aaaa…. lihat itu ada tenda jajanan. Ayok kesana” aku menunjuk tenda yang ada dibelakang Taemin agar mengalihkan pembicaraan tadi.

“Ayo” Taemin tersenyum, kemudian menarikku menuju tenda tersebut.

“ahjumma, saya pesan Ddukbokkienya dua” kata Taemin kepada ahjumma yang menjual.

“ishh… malam ini dingin” kuusap lenganku bergantian.

“aigoo… kenapa kau tidak memakai jaket hah? mana pakai kaus lengan pendek lagi” tanya Taemin heran.

“hahahaha aku lupa” sambil menggaruk kepalaku yang tidak terasa gatal. Tiba-tiba Taemin melepaskan jasnya kemudian memakaikannya padaku.

“Bagaimana dengan kau?” tanyaku khawatir.

“Sudalah, aku pakai kemeja lengan panjang ini. Kau itu tidak boleh kenapa-napa, karena Mr. Song telah menitipkanmu kepadaku” Taemin mengelus punggungku lembut. ‘Aigooo…. kenapa dari tadi dia bikin perasaan jadi aneh begini’ aku hanya menundukkan wajahku.

“Ini makanannya” Taemin menyodorkan jajanan yang baru saja dipesannya. Tiba-tiba perutku jadi semakin lapar. Kurebut jajanan tersebut kemudian memakannya dengan lahap.

“Michi! Kau Michi kan?” seseorang dengan teganya menepuk punggungku dengan keras.

“Uhuk! Ya!” aku menoleh dengan cepat ke orang tersebut.

“Kau!?” ternyata pelaku yang menepuk punggungku tak lain adalah namja yang kutemui semalam di club.

“Ne, Lee Jonghyun imnida. Kau belum tau nama ku kan?” namja yang bernama Jonghyun itu menjulurkan tangannya.

“Bagapseumnida” kubalas uluran tangannya ‘aigooo…. senyumannya itu manis’.

“Ehem!” tiba-tiba terdengar suara hantu mm.. i mean namja yang berdehem.

“eh, oh iya! perkenalkan Taemin dia Jonghyun dan Jonghyun dia Taemin” jelasku setelah ingat dengan seseorang yang sedang bersamaku.

“anyeong” Taemin tersenyum miris ‘ada apa ini? tidak seperti senyum biasanya’.

“Apa dia namjachingu mu Michi?” tanya Jonghyun.

“Mwo? ani, hahahaha. Dia hanya temanku saja kok” jawabku.

“Oh, aku pikir kau sudah punya namjachingu” balasnya lagi.

“oh iya, aku harus permisi sekarang. Sampai jumpa Michi, Taemin. Anyeong…” Jonghyun kemudian beranjak pergi meninggalkan kami.

“wae? ada apa denganmu? kenapa mulutmu manyun seperti itu” tanyaku kepada Taemin yang sedari tadi memanyunkan mulutnya.

“Ani… sudalah lupakan. Cepat selesaikan makanmu, kemudian kita pulang” Taemin hanya beralasan ‘Ada apa ini? perasaan dari tadi dia tersenyum kenapa sekarang seperti ini?’. Kemudian aku melanjutkan makanku dan setelah itu pulang. Saat perjalanan pulang entah kenapa suasana di dalam mobil menjadi canggung. Taemin sama sekali tidak berbicara apa-apa, hanya fokus dengan mengendarai.

Taemin PoV

Saat sampai dirumah aku dan Michi masuk kedalam rumah.

“Michi, sebaiknya kamu tidur sekarang. Besok pagi kamu ada kuliah. Jangan lupa cuci mukamu dan sikat gigi sebelum tidur” nasihatku pada Michi, ia hanya mengangguk kemudian menuju kamarnya. Akupun juga kembali kekamarku. Berjalan menuju wastafel di kamar mandi, kemudian membuka keran dan membasuh mukaku. Kemudian mengeringkan dengan handuk yang tergantung di samping wastafel.

“Michi ah… wae? kenapa kau tak sadar hah?” lirihku sambil menatap pantulan diriku dicermin. Setelah itu akupun beranjak menuju kasur dan tidur.

Morning, 07:00
Michi PoV

“Nona, ayo bangun” Taemin menggocangkan tubuhku.

“Shireo… 5 menit lg ne?” kututup wajahku dengan selimut.

“Nona! kau harus bangun!” Taemin dengan cepat menarik selimutku.

“Aigoo… aku masih ngantuk!” kali ini kututup wajahku dengan bantal.

“Nona kalau kau sampai tidak mau bangun juga. Maka kau akan ku hukum” kemudian Taemin dengan cepat menggelitikiku.

“andwe!andwe!arra! aku bangun sekarang” rambut acak-acakan, piyama lecek dan sekarang aku tengah mencoba untuk mengumpulkan nyawaku.

“Sebaiknya kamu mandi, kemudian sarapan. Ku tunggu kau di mobil. Sudah cepat sana!” perintah Taemin ‘aish! makin lama namja itu makin menyebalkan’. Akupun beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan siap-siap kuliah.

@Cheongnam University, 07:45

“Kujemput kau jam dua, tunggu disini. Ingat! jangan kemana-mana dan jika ada urusan segera hubungi aku” pesannya padaku ketika sampai di kampusku.

“Arra! Arra!” heran aku dengannya, tak jauh beda dengan appaku yang tiap hari tiada pesan darinya. Tapi, entah kenapa hari ini dia aneh sekali. Beda dari biasanya, entalah aku tak tau mengapa. Lebih baik aku segera masuk ke dalam kampus tanpa memikirkan masalah itu.

Afternoon, 01:50

“Michi, apa yang sedang kaulakukan disini?” tiba-tiba Jonghyun datang ketika aku sedang menunggu Taemin digerbang.

“Kau sendiri sedang apa disini” tanyaku tanpa menjawab pertanyaan darinya.

“Aku? hanya sedang mengurus adminitrasi dongsaengku. Oh iya, apa kau sedang ada waktu? bagaimana kalau kita jalan sekarang?” ajaknya.

“hmm… baiklah. Tapi tunggu sebentar ya” kemudian aku merogoh tas ku mencari handphone ku. Kemudia ku hubungi Taemin.

“Yoobseyo Michi ah… ada apa? sebentar lagi aku menjemputmu”

“Taeminn kau tidak usah menjemputku, aku akan pulang bersama temanku. Tenang saja aku tidak akan kabur”

“Baiklah, dengan siapa?”

“Jonghyun”

“…..”

“Taemin? hei Lee Taemin?”

“Michi, appa berpesan padaku bahwa kau tidak boleh pulang bersama namja. Terkecuali dengan diriku, jadi kau tunggu disitu. Aku akan menjemputmu”

“Shiro! aku ingin pulang dengan Jonghyun”

“Michi!!! kau harus dengar kataku atau kau….”

Kututup sambungan telfon dengan kesal. memangnya siapa dia sehingga, melarangku dengan seenaknya.

“Waeyo Michi?” tanya Jonghyun yang melihatku kesal.

“Aniyo! ayo kita pergi dari sini sebelum manusia itu datang” akupun dengan cepat menarik tangan Jonghyun pergi menjauh dari tempat itu.

Michi’s house
Taemin PoV

“Kau dimana Michi?” lirihku khawatir padanya. Tadi siang aku menjemputnya, tapi tidak menemukan dirinya. Sudah ku telfon dia namun handphonenya dinonaktifkan.

“Akh!!!” aku mengacak rambutku frustasi. Kemudian dengan cepat berjalan ke arah kulkas mengambil sebotol anggur dan menuangkannya pada gelas. Kemudian aku minum berkali-kali hingga sebotol habis.

“Michi, kenapa dirimu tak sadar? kenapaaaa???” racau ku tak jelas dalam keadaan mabuk. akupun tiba-tiba jatuh dalam keadaan terduduk didepan kulkas.

Michi PoV

Aku jadi merasa bersalah dengan Taemin, seharusnya aku tak berkata kasar tadi di telfon.

“Dimana dia?” tanyaku saat memasuki ruang keluarga dan sama sekali tidak menemukan Taemin.

“Aigoo Taemin….” kagetku ketika menemukan Taemin terduduk didepan kulkas dalam keadaan mabuk.

“Taemin, apa yang terjadi padamu hah?” aku berjongkok kemudian memegang kedua pipinya.

“Michiii~ mengapa kau tega padakuuu?” racau Taemin tidak jelas.

“Kenapa kau lebih memilih dia, Michiii… kenapa?? kenapa kau justru lebih memilih Jonghyun, Michiii… kenapa??” ne? apa maksudnya? dia ini kenapa?

“Michiii~ I Love Youuu hahahaha” Deg! apa yang barusan dia katakan bukan mimpikan? aigoo…

“Michi?” panggilnya, aku menoleh kearahnya. Ia menatapku dengan senyumnya kemudian mendekat secara perlahan. terasa hembusan nafas diantara kami berdua, aku memejamkan mataku. Dengan lembut bibirnya menyentuh bibirku. Entah apakah kejadian ini akan menjurus, semoga saja tidak.

“GYAA!! APA YANG KALIAN LAKUKAN!?” sontak aku mendorong Taemin sehingga kepalanya mengenai kulkas. Good, thank’s godness, doaku terkabulkan.

“Appa? Eomma?!” kagetku bukan main. Ternyata Appa dan Eomma ada dirumah.

“Yeobo, sebaiknya kamu bawa Michi ke kamar. Sebelum terjadi sesuatu, aku akan mengurus Taemin” appa memberi tanda pada eomma, lalu eomma kemudian mengajakku untuk masuk ke kamar.

“Eomma, appa tidak akan berlaku kasar kan pada Taemin?” tanyaku pada eomma khawatir Taemin akan dimarahi.

“Ani sayang, appa hanya akan menenangkannya. Sayang, katakan pada eomma. Ada hubungan apa kamu dengan Taemin?” kali ini eomma bertanya padaku.

“Molla, eomma. Aku sendiri bahkan tidak tahu hubungan ku seperti apa? dia saja baru menembakku dalam keadaan mabuk tadi” jawabku sejujurnya, eomma menatapku terkejut.

“Aigooo sayang, kalau begitu jadilah yeojachingu Taemin. Kalau perlu kalian menikah sekalian” eomma memelukku dengan senang.

“Ige mwoya?! eomma apa-apaan sih…” aku hanya menunduk malu. Bingung entah harus menolak atau menerimanya.

“eomma, kenapa sudah pulang? bukankah seharusnya bulan depan?” tanyaku pada eomma.

“appa lupa membawa berkas yang penting. Jadi kita memutuskan balik, sekalian melihat keadaanmu. Sudah ya sayang, kamu tidur dulu ya…” eomma menyelimutkanku kemudian mencium keningku dan kemudian meninggalkanku pergi tidur.

Morning, 07.30

Aku sedang duduk di ruang makan bersama appa dan eomma. Aku sedang membantu eomma membuatkan roti untuk sarapan. Sementara appa sibuk dengan korannya sambil sesekali menyeduh coffeenya. Tiba-tiba Taemin keluar dari kamarnya dan berjalan mendekati kami. Entah kenapa tiba-tiba appa dan eomma seperti sedang menahan ketawa.

“Pagi Taemin” sapa eomma.

“Pagi Mrs. Song” Taemin balas menyapa kemudian duduk disampingku.

“Bagaimana dengan mimpimu?” kali ini appa yang balik bertanya.

“Haha mimpi yang aneh tapi indah Mr. Song” Taemin tersenyum.

“Benarkah? mimpi apa kau semalam, Taemin?” appaku bertanya lagi lebih detail.

“Entalah… aku bermimpi sedang berciuman dengan yeoja. Tpi tiba-tiba orang tuanya datang dan merusak semuanya.” Kami bertiga pun tertawa. LOL, ternyata kejadian semalam dia pikir mimpi. hebatnya, dia menutup identitasnya.

“Kenapa kalian tertawa” Taemin heran melihat kami bertiga tertawa.

“Taemin, bulan depan kau harus menikahi Michi. Aku tak ingin suatu saat terjadi hal yang tidak-tidak sebelum kalian resmi menikah” BRUSHH! tiba-tiba coffee yang diseduh Taemin muncrat.

“Hahahaha liat bagaimana dia semalam mencium putri kita. Aigoo yeobo, sangat manis tapi konyol” eomma ikut berkomentar dengan kejadian semalam.

“Hahhahaha andaikan semalam aku sempat rekam. Mungkin bagian dimana kamu merancau dengan jelas sudah ku rekam. Lihat betapa bodohnya dirimu” kali ini aku meledeknya dengan senang.

“Ya!?” teriaknya tak terima. Dengan siggap aku beranjak dari dudukku dan kabur dari kejaran Taemin.

“Kena kau!” Taemin memelukku dan kemudian memukul kepalaku.

“Appo…” ringisku tak terima.

“Michi?” panggil Taemin, aku mendongkak menatap wajahnya “ne?”.

“Saranghe. Would you be my yeoja chingu? oh, no i mean would you marry me?” tanyanya, akupun tersenyum “Ne, i accept your propose”

“Mulai sekarang panggil aku oppa ya, chagi?” Taemin, mengelus lembut rambutku “Aniyo!”.

“Mwo? Kenapa tidak mau?” Taemin menatap Michi terkejut “Kau terlalu muda bagiku” balas Michi dengan mehrongnya. “YA!”

“ehem! jangan mesraan ditempat umum. Kita ini sudah tua jadi cemburu karena tidak bisa seperti kalian” appa meledekku dan Taemin.

“Ish! kata siapa kita juga tidak mesra? bukankah appa sendiri memang orang yang tidak romantis? lihat mereka. Seharusnya appa dulu melamarku seperti itu” kali ini eomma yang ikut berkomentar. Aku dan Taemin hanya tertawa melihat tingkah laku kedua orang tuaku.

-The End-

Anyeong ini fanfic author yang pertama, bagaimana readers? mian kalau fanficnya kurang bagus. Maklum, karena author masih tahap belajar. Oke, komen sangat dibutuhkan untu tunjangan dan semangat. serta kritik dan saran, jadila readers yang baik ne? gomawo *bow

Iklan

Don't Be Silent Reader

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s